BANDUNG, (PRLM).- Menteri Koordinator Perkonomian RI Hatta Rajasa meminta agar semua pihak ikut mendorong peningkatan jumlah masyarakat Indonesia yang mengenyam bangku kuliah. Sebab sampai saat ini baru 7,2 persen anak-anak Indonesia yang masuk ke jenjang pendidikan tinggi.
"Syarat untuk menjadi negara maju ya harus kita dorong anak-anak kita supaya lebih banyak lagi yang masuk ke perguruan tinggi. Sekarang baru 7,2 persen, setidaknya harus 20 persen. Malaysia sudah 20 persen, dan target kita pada 2019/2020 harus sudah 20 persen. Jangan sampai anak muda usia 18-21 di kita semakin sedikit yang masuk ke perguruan tinggi," kata Hatta dalam acara Peresmian Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kewirausahaan Kreatif Wilayah Priangan Timur dan Pelatihan Kewirausahaan Bagi Mahasiswa, Santri dan Pelaku Usaha Wilayah Priangan Timur di Universitas Pendidikan Indonesia, Jln. Dr. Setiabudhi Bandung, Sabtu (12/5/12).
Hatta menjelaskan, Indonesia dalam beberapa tahun ke depan berada pada masa emas dimana jumlah usia produktif rakyat Indonesia mendominasi. Sementara di berbagai negara justru sudah sebaliknya karena masuk pada generasi tua.
"Oleh sebab itu jangan usia produktif ini hanya berpikir mencari kerja, sehingga penting bagi kita untuk melakukan berbagai pelatihan kepada anak-anak muda termasuk mahasiswa, santri, supaya semakin banyak pelaku usaha di Indonesia," tuturnya.
Terlebih, kata Hatta, pada 2012 ini investasi di Indonesia terus meningkat. Bahkan meningkat hingga 32,8 persen lebih tinggi dibanding 2011. "Maka dari itu jangan sampai miss macth. Kreativitas harus kita kembangkan, supaya kita bisa memenuhi kebutuhan pasar kita. Jangan lagi diisi oleh produk-produk luar," ungkapnya.
Dalam pidato bertema "Menuju Indonesia Yang Maju, Mandiri dan Unggul Dalam Persaingan Global" ini, Hatta mengatakan, perlu ada gerakan untuk mendorong potensi besar yang selama ini belum digali dengan baik. Salah satunya melalui kewirausahaan.
"Banyak orang yang mengatakan wirausaha karena bapaknya seorang wirausaha. Padahal kewirausahaan itu bukan hanya karena diturunkan, tapi lebih kepada mindset. Pola pikir kita untuk mengubah sesuatu menjadi lebih baik," katanya.
Oleh karena itu, Hatta mengatakan, dirinya tidak ingin menghilangkan momen besar bangsa untuk sebanyak-banyaknya melahirkan wirausaha, pebisnis muda yang kelak akan menjadi motor penggerak pembangunan bangsa. Sebab dunia mencatat tidak ada kesuksesan suatu bangsa dunia tanpa memiliki wirausahawan yang tangguh.
"Bahkan minimum 2 persen harus ada. Tahun lalu masih satu koma sekian, dan sekarang sudah sedikit meningkat. Tetangga kita sudah di atas 7 persen.
Apakah kita bisa? Pasti bisa. Negara kita ini negara besar, pemimpin Asia yang terkemuka," ungkapnya.
sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/188222
Hatta menambahkan, sebaiknya jiwa kewirausahaan ini ditanamkan sejak dini melalui pembelajaran kewirausahaan di sekolah dasar. Sebab selain membutuhkan ribuan sarjana, bangsa ini juga membutuhkan jutaan pengusaha.
"Peningkatan kapasitas SDM dan ilmu pengetahuan teknologi harus diakukan. Karena bangsa yang punya inovasi yang bisa maju. Kita harus percepat dengan inovasi karena kalau hanya mengandalkan sumber daya alam akan habis. Perlu inovasi dan kreativitas," ujarnya.
Hal lainnya, Hatta juga mengaku optimis Indonesia bisa terus meningkatkan pendapatan perkapita setiap tahunnya. Bahkan di 2025, sasaran pendapatan perkapita Indonesia harus sudah 16 ribu US dolar. "Hari ini sudah 3.543 dolar AS dolar, 2014 harus 5000 dolar AS, 2025 sasaran kita 16 ribu dolar AS. Ketika itu terjadi kita sudah masuk high income country. Dan data menunjukkan kita bisa," ucapnya.
Sementara itu, Rektor UPI Prof. Sunaryo Kartadinata menuturkan, kewirausahaan sebetulnya sudah lama diberikan kepada mahasiswa UPI. Bahkan menjadi salah satu program wajib untuk ikut mendorong jumlah wirausaha muda di Indonesia. "Kalau persentase saya tidak bisa menyebutkan, tapi saya kira sudah ada ribuan mahasiswa UPI yang kini sudah memulai suatu usaha dan menjadi wirausaha muda," katanya. (A-157/A-88)**



Artikel dan Kutipan Media

