BANDUNG, (PRLM).- Tahun ini Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung menyediakan 7.316 kursi di 41 program studi bagi mahasiswa. Dari jumlah tersebut, 900 di antaranya disediakan bagi mahasiswa miskin berprestasi yang terjaring dalam program nasional 'Bidik Misi'. Unpad sendiri baru menyediakan bantuan pendidikan bagi mereka yang telah lolos seleksi lewat program subsidi silang 'Sauyunan'.
Kepala UPT Humas Unpad, Weny Widyowati menjelaskan, 7.316 kursi bagi mahasiswa baru terdiri atas 3.912 kursi SNMPTN, 2.504 kursi jalur mandiri/Seleksi Mandiri Universitas Padjadjaran (SMUP), serta 900 Bidik Misi. "Jumlah ini relatif sama dengan tahun sebelumnya. Perbedaannya, tahun lalu kuota Bidik Misi hanya 700 orang. Sekarang meningkat menjadi 900 orang," ujarnya di Kampus Unpad, Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung.
Program nasional Bidik Misi diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu secara finansial. Kuota nasional tahun ini mencapai 80 ribu, atau empat kali lipat dari tahun sebelumnya. Besaran bantuan, mengacu data tahun lalu, mencapai Rp 50 juta per mahasiswa untuk keseluruhan masa studi. Dana sejumlah itu tidak diberikan secara langsung tunai kepada mahasiswa, tetapi dicairkan per semester untuk membayar biaya pendidikan dan diberikan per bulan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Seleksi penerima bantuan Bidik Misi ditentukan sejak pendaftaran awal secara online. Nama-nama calon mahasiswa terpilih ditentukan langsung oleh Pusat. "Baru setelah ada nama-nama yang terseleksi, Unpad melakukan kunjungan lapangan untuk memastikan kelayakan calon penerima bantuan ini. Tahun lalu kami berkunjung hingga ke Pulau Samosir," kata Weny. (A-165/A-88)***
sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/175885





