DEPOK, (PRLM).- Untuk memperkuat investasi cyber di Indonesia, Universitas Indonesia akan menambah kuota mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer menjadi seribu orang per tahunnya. Jumlah tersebut sepuluh kali lipat dibandingkan kuota mahasiswa saat ini yaitu sebanyak 100 orang.
Kepala Kantor Sekretariat Rektor Universitas Indonesia, Devie Rachmawati, mengatakan langkah tersebut merupakan upaya untuk memperkuat ketahanan negara. Konsep pertahanan ke depan, kata dia, tidak hanya akan berupa pertahanan fisik dengan persenjataan alat berat. Namun, sebuah bangsa harus mampu melindungi diri dari serangan cyber.
Saat ini, kata dia, setiap negara dengan serius menginvestasikan kekuatan cybernya. “Sebut saja China dan Amerika Serikat memiliki lebih dari seribu polisi cyber yang bertugas mengamankan pusat-pusat kehidupan bangsa seperti bank dan kantor pemerintah,” kata dia, Selasa (7/2).
Untuk itu, Devie mengatakan, Universitas Indonesia secara serius akan menanggapi tantangan tersebut dengan merevitalisasi Fakultas Ilmu Komputer UI. Salah satunya dengan menggabungkan program studi ilmu komputer dan teknik komputer.
Universits Indonesia juga akan menambah kuota mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer. Hal itu karena jumlah mahasiswa Ilmu Komputer UI saat ini relatif masih sangat minim. “Bandingkan dengan universitas negeri di Singapura yang menerima lebih dari 500 siswa per tahuannya,”ujarnya.
Selain itu, Devi menambahkan, Universitas Indonesia juga tengah menciptakan pusat Teknologi Informatika (TI) Indonesia. Hal itu dilakuakn dengan membangun gedung Fakultas Ilmu Komputer seluas 24.000 m2 yang saat ini pembangunannya sudah berlangsung 40 persen. Pusat Teknologi Informatika ini tidak hanya berfungsi untuk tempat kuliah, namun juga akan mengundang industri untuk bersama sama melakukan Research and Development di kampus.(A-185/A-107)***
sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/175945





